FKDC dan Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon Bahas Rencana Kerja Sama Pendampingan Penguatan UMKM Difabel
Lemahabang, 12 Agustus 2026 — Forum Komunikasi Difabel Kabupaten Cirebon (FKDC) bersama Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UIBBC) melakukan diskusi mengenai rencana kerja sama pendampingan dan penguatan UMKM difabel.
Diskusi berlangsung di Saung Kreasi Difabel Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi ruang awal untuk membangun kolaborasi antara organisasi difabel dan perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan usaha yang dijalankan oleh teman-teman difabel.
Pembahasan diarahkan pada kebutuhan pendampingan yang lebih berkelanjutan, mulai dari penguatan kapasitas pelaku UMKM, pengelolaan usaha, pengembangan produk, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi dan media digital.
Bagi FKDC, penguatan UMKM difabel tidak cukup hanya melalui pelatihan sesaat. Dibutuhkan proses pendampingan yang berkelanjutan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
Saung Kreasi Difabel Kecamatan Lemahabang dipilih sebagai salah satu ruang untuk membangun proses tersebut. Selain menjadi tempat berkumpul dan berkegiatan, Saung Kreasi diharapkan dapat berkembang sebagai ruang belajar, promosi, dan pengembangan usaha bagi kelompok difabel.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi teman-teman difabel untuk memperoleh akses pengetahuan, pendampingan, jejaring, serta inovasi dalam mengembangkan usaha.
FKDC menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan berharap kolaborasi dengan UIBBC dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program pendampingan yang konkret dan sesuai dengan kebutuhan UMKM difabel di Kabupaten Cirebon.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi pendampingan nyata yang membantu UMKM difabel berkembang, lebih mandiri, dan mampu memperluas akses pasar,” ungkap Mujib keta FKDC.
Pertemuan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem ekonomi inklusif di Kabupaten Cirebon. Perguruan tinggi, organisasi difabel, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus membangun kolaborasi agar difabel memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang secara ekonomi.
Tulis Komentar